Penting Dalam Persaingan Mencari Kerja   2 comments


Bursa KerjaSumber Photo: http://www.lihatberita.com

Hari ini, penulis membaca sebuah tulisan (threads) di sebuah komunitas dunia maya yang penulis menjadi salah satu anggotanya. Isinya secara garis besar mempertanyakan arti sebuah IPK dalam dunia kerja. Yang membuat penulis prihatin, rata-rata pengunjung memberikan komentar bahwa IPK itu tidak penting, yang terpenting adalah skill dan pengalaman kerja. Walaupun sebenarnya komentar tersebut tidak salah, namun juga tidak bisa dikatakan benar. Kenapa begitu? Berikut penjelasannya menurut versi penulis.

Secara garis besar, ada beberapa tipe pencari kerja:

  1. Pencari kerja yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Tipe ini biasanya mengharapkan kerja paruh waktu agar bisa belajar sambil bekerja.
  2. Pencari kerja freshgraduate. Yaitu mantan mahasiswa yang baru lulus dan belum punya atau masih minim pengalaman dalam dunia kerja.
  3. Pencari kerja yang sudah lama lulus kuliah dan sudah punya pengalaman kerja.
  4. Pencari kerja yang sudah lama lulus kuliah namun tidak punya pengalaman kerja yang memadai (akibat sulit mencari pekerjaan yang cocok ataupun sulit mencari perusahaan yang mau menerima)
  5. Pencari kerja yang tidak punya pendidikan yang memadai namun punya pengalaman kerja.
  6. Pencari kerja yang tidak punya pendidikan yang memadai dan juga tidak punya pengalaman kerja yang memadai.

Agar tidak terlalu melebar, pembahasan penulis batasi hanya poin 2 dan 3, yaitu: pencari kerja freshgraduate dan pencari kerja dengan tingkat pendidikan memadai serta punya pengalaman yang memadai.

Sebagai seorang yang masih berstatus freshgraduate, untuk memenangkan kompetisi dalam urusan mencari pekerjaan, ada beberapa hal yang penting perlu menjadi perhatian karena disyaratkan oleh perusahaan ataupun isntansi, antara lain:

  1. IPK. Hampir semua perusahaan besar mensyaratkan IPK yang tinggi untuk dapat melamar di berbagai posisi di perusahaannya. Biasanya, rata-rata IPK yang disyaratkan minimal 2,75 (untuk perguruan tinggi terkenal) dan 3,00 (untuk perguruan tinggi dengan grade di bawah rata-rata)
  2. Asal perguruan tinggi. Ini sangat penting karena banyak perusahaan yang mensyaratkan hanya menerima alumni dari perguruan tinggi tertentu (pastinya perguruan tinggi yang terkenal). Namun, jika ada di antara pembaca bukan berasal dari perguruan tinggi terkenal, tidak usah rendah diri. Anda masih bisa bersaing dengan pelamar dari perguruan tinggi lain dengan cara membekali diri dengan IPK tinggi, skill, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, dll
  3. Pengalaman organisasi. Ini juga penting karena menunjukkan kemampuan seseorang untuk bekerjasama dalam satu tim. Pengalaman organisasi ini lebih merujuk kepada pengalaman mereka dalam suatu kepanitiaan. Orang yang sering ikut dalam suatu kepanitiaan dinilai lebih mampu dan terbiasa bekerjasama dalam satu tim, dan tipe inlah yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebaliknya, banyak perusahaan yang menolak untuk mengambil pegawai dari kalangan aktivis yang sering demo karena kemungkinan mereka takut sang calon pegawai nantinya akan menjadi pelopor penentang kebijakan perusahaan (takut akan menjadi anggota serikat buruh, hehehe). Jadi buat teman-teman yang suka demo, saya sarankan agar jangan sekali-kali dengan bangga mencantumkannya dalam curriculum vitae (CV)/daftar riwayat hidup maupun menyebutkannya saat proses wawancara karena ini bisa menjadi pertimbangan yang bisa membuat anda gagal masuk ke perusahaan tersebut.
  4. Skill. Ini sangat penting untuk menambah tinggi nilai tawar pelamar dibandingkan dengan pelamar lainnya. Beberapa contoh skill yang dibutuhkan: kemampuan pengoperasian komputer (minimal MS. Office, syukur2 bisa aplikasi lainnya), kemampuan bahasa asing dan bahasa daerah, bahkan kemampuan seni (baik seni tari maupun seni musik) juga dapat menjadi nilai tambah bagi seorang pelamar.
  5. Pengalaman kerja. Walaupun tidak terlalu penting bagi freshgraduate, namun bisa menjadi nilai tambah calon pelamar. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika selama menjadi mahasiswa, anda juga bekerja paruh waktu. Selain menunjukkan kreativitas, sikap mandiri, dan sikap pantang menyerah seseorang. juga menunjukkan bahwa mereka sudah terbiasa dengan kondisi dunia kerja.
  6. Link (jaringan). Beberapa perusahaan juga mensyaratkan keluasan jaringan pelamar. Biasanya ini berlaku untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau posisi yang ingin dilamar berkaitan dengan pemasaran.
    Poin 1 sampai poin 4 di atas biasanya (bahkan wajib) diminta untuk dicantumkan dalam curriculum vitae (CV)/daftar riwayat hidup calon pelamar. Sedangkan Poin 5 dan poin 6 biasanya ditanyakan pada saat wawancara atau dicantumkan dalam persyaratan pelamar yang diedarkan oleh perusahaan.

Tiap-tiap poin di atas saling menunjang dalam menentukan seseorang bisa masuk ke suatu perusahaan/instansi pemerintah atau tidak. Maka berbahagialah anda yang punya tiap poin di atas. Jika belum, maka berusahalah untuk melengkapinya, maka mudah-mudahan anda dapat dengan mudah masuk ke perusahaan yang diidam-idamkan.

Buat mereka yang telah mempunyai pengalaman kerja, maka perusahaan tidak akan terlalu melihat IPK-nya lagi..Tapi yang dilihat biasanya adalah:

  1. Level di perusahaan sebelumnya (apakah pegawai biasa, supervisor, asisten manager, manager, atau mungkin direktur. Khusus untuk posisi manager atau direktur, biasanya mereka tidak melamar, tapi dilamar alias dibajak, hehehe). Kalau anda masih berstatus pegawai rendahan di perusahaan sebelumnya, maka masih membutuhkan IPK sebagai nilai tambah.
  2. Posisi di perusahaan sebelumnya (apakah HRD, IT, dll). Ini terkait dengan ketersediaan posisi lowong di perusahaan tersebut.
  3. Lamanya bekerja di perusahaan sebelumnya. Biasanya untuk pegawai biasa, lamanya bekerja yang diperhitungkan min. 2 tahun. Tapi untuk pegawai negeri lamanya bekerja tidak diperhitungkan kecuali sudah bekerja min. 10 tahun karena ini berpengaruh terhadap gaji pokok calon pegawai (pengalaman kerja dipotong 50%, jadi 5 tahun)
  4. Kinerja di perusahaan sebelumnya.
  5. Track record di perusahaan sebelumnya. Apakah baik atau buruk..

Jadi, jika ada yang bilang bahwa IPK itu tidak penting, maka itu adalah pandangan yang keliru. Buat seorang freshgraduate, IPK itu merupakan syarat administrasi yang sangat penting agar dapat dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya di suatu perusahaan. Dengan kata lain, IPK adalah pintu masuk pertama untuk melaju ke tes selanjutnya. Logikanya: jika anda tidak bisa melewati pintu pertama, maka mustahil anda akan bisa melewati pintu kedua. Kalaupun bagi yang sudah punya pengalaman kerja memadai, IPK tetap penting sebagai nilai tambah dalam melamar di suatu perusahaan/instansi.

Note:

Tulisan ini sudah pernah penulis posting di salah satu komunitas dunia maya. Yang ingin membaca dan melihat komentar terhadap tulisan penulis di komunitas tersebut, silahkan kunjungi: kik di sini

2 responses to “Penting Dalam Persaingan Mencari Kerja

Subscribe to comments with RSS.

  1. thanks tas infonya brow…sangat berguna nech… lam kenal ja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: